Sinergi antara industri dan pekerja menjadi kunci dalam menyelaraskan layanan ketenagakerjaan publik dengan permintaan keterampilan nasional

Seiring dengan mulai dapat dicairkannya tunjangan pengangguran di Indonesia, Layanan Ketenagakerjaan Publik (LKP) memainkan peran penting dalam membantu para penganggur kembali ke pasar kerja melalui dukungan dari para aktor kunci ketenagakerjaan – pemerintah, pekerja, dan pengusaha.

News | Jakarta, Indonesia | 01 March 2022
Keterampilan digital bagi kaum muda
Sebagai bentuk respons dan dukungan terhadap departemen baru, Pusat Pasar Kerja (PPK), Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bersama Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan serangkaian webinar dari Desember 2021 hingga Februari 2022. Serangkaian webinar ini bertujuan untuk mendiskusikan kebutuhan akan strategi dan kebijakan yang kuat dan koheren, serta mekanisme dan aksesabilitas yang efektif bagi seluruh penerima manfaat—termasuk kelompok rentan—dalam mengembangkan LKP bagi pekerja Indonesia.

LKP dapat berfungsi sebagai sistem pendukung bagi para penganggur melalui konseling karier, informasi pasar tenaga kerja, referensi untuk program pelatihan vokasi yang sesuai, kesempatan magang dan pencocokan pekerjaan."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste
Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, membuka serangkaian webinar ini dengan menekankan pentingnya peran LKP sebagai bagian dari dukungan terpadu bagi para penganggur. LKP juga dapat membantu mengatasi ketidakcocokan keterampilan dan pengangguran, terutama bagi anak muda.

“LKP dapat berfungsi sebagai sistem pendukung bagi para penganggur melalui konseling karier, informasi pasar tenaga kerja, referensi untuk program pelatihan vokasi yang sesuai, kesempatan magang dan pencocokan pekerjaan,” ujar Michiko.

Terdiri dari tiga webinar, serangkaian acara ini berfokus pada diskusi seputar integrasi data dan membangun kemitraan untuk pelatihan pengembangan keterampilan yang didorong oleh permintaan dan pencocokan pekerjaan yang efektif, yang menjadi elemen penting dalam membangun LKP yang efektif. Rangkaian acara ini juga menghadirkan narasumber yang relevan dari pemangku kepentingan tripartit, pakar internasional dan perwakilan anak muda untuk membagikan pengetahuan dan perspektif dalam membangun kemitraan dan mengembangkan basis data terpadu yang diperlukan.

Sorotan dari rangkaian webinar


Webinar pertama:Layanan Ketenakagerjaan Publik: Perkembangan saat ini dan arah masa depan

Dilaksanakan pada Desember 2021, acara ini membahas bagaimana PPK dapat memanfaatkan integrasi data untuk layanan ketenagakerjaan yang lebih baik di Indonesia. Sesi ini juga mengundang pakar dari Hello Work Jepang dan Korean Employment Information Service (KEIS) untuk berbagi praktik baik dalam digitalisasi data pasar tenaga kerja dan meningkatkan kapasitas petugas pengantar kerja dalam memberikan bantuan bagi para pencari kerja secara efektif.


Webinar kedua:Membangun mekanisme keterkaitan dan kemitraan untuk LKP berkualitas

Diselenggarakan pada Januari 2022, webinar ini menyoroti pentingnya sinergi antara serikat pekerja dan organisasi pengusaha dalam menentukan arah kebijakan masa depan dan dalam membangun kemitraan yang solid untuk efektivitas pelaksanaan LKP berkualitas. Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal, Kementerian Ketenagakerjaan, dalam sambutan pembukanya mengatakan, “Pusat Pasar Kerja ini akan menjadi tempat bertemunya penawaran dan permintaah tenaga kerja yang membutuhkan sebuah sinergi antara pengusaha dan pencari kerja”.


Webinar ketiga:Mengakses pangkalan data dan layanan LKP untuk pencocokan pekerjaan

Dilaksanakan pada Februari 2022, webinar ini membahas berbagai tantangan yang dihadapi para pencari kerja muda dan kebutuhan mereka akan pengembangan keterampilan dan layanan ketenagakerjaan di Indonesia. Christine Natalia dari Aliansi Remaja Independen (ARI) berharap Pusat Pasar Kerja dapat memberikan berbagai pelatihan termasuk keterampilan lunak dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, mengikuti tren ketenagakerjaan saat ini agar kaum muda, terutama yang berada di area perdesaan, dapat mengikuti tren ketenagakerjaan masa kini.

ILO juga mengundang sebuah penyedia layanan ketenagakerjaan swasta, Maukerja.id, untuk berbagi pengalaman mereka dalam melibatkan sektor industri agar lebih memahami permintaan pekerjaan dan keterampilan. Terakhir, Direktur Bina Pengantar Kerja memaparkan cara mengakses pangkalan data dan peran petugas pengantar kerja dalam membantu mencocokkan pekerjaan dengan pencari kerja sesuai dengan keterampilan dan latar belakang pendidikan mereka.

Dukungan dari ILO

Tauvik Muhammad, manajer program untuk pengembangan keterampilan ILO, mengatakan bahwa webinar ini merupakan salah satu bentuk komitmen ILO dalam memberikan dukungan terus-menerus bagi pengambangan LKP di Indonesia. “ILO memberikan saran teknis, program pelatihan dan memfasilitasi dialog sosial untuk memastikan sinergi dan kemitraan antara industri, pekerja dan pemerintah yang diperlukan dalam memberikan kepada semua orang yang membutuhkan secara tepat waktu,” ungkapnya.

ILO memberikan saran teknis, program pelatihan dan memfasilitasi dialog sosial untuk memastikan sinergi dan kemitraan antara industri, pekerja dan pemerintah yang diperlukan dalam memberikan kepada semua orang yang membutuhkan secara tepat waktu."

Tauvik Muhammad, manajer program untuk pengembangan keterampilan ILO
Melalui Proyek Keterampilan Industri untuk Pertumbuhan Inklusif (InSIGHT) tahap 2 yang didanai Pemerintah Jepang, ILO telah menghasilkan beberapa produk pengetahuan dan memfasilitasi dialog untuk mempercepat pengembangan keterampilan yang berbasis permintaan industri, mempromosikan pembelajaran digital dan jarak jauh, serta mengkaitkan pengembangan keterampilan dengan kebijakan pasar tenaga kerja.

ILO juga telah menghasilkan dua paket pelatihan (praktik dan teoritis) untuk staf LKP yang akan menjadi aktor utama dalam membantu reintegrasi individu yang menganggur ke pasar kerja melalui Proyek Perlindungan Pengangguran (UNIQLO) yang didanai oleh Fast Retailing Co., Ltd.